Dua profesi yang sama sama bergerak dalam moralitas, saat buka Laptop tiba-tiba terfokus ke berita yang satu ini dengan judul KPK Tantang Geraja Untuk Audit Keuangan. disebutkan Wakil Ketua Pemberantasan Korupsi Alexander Marwata menantang gereja untuk melakukan audit keuangan demi mendorong transparansi pada saat konferensi Wali Gereja tanggal 15 Juli 2017 lalu.
Sebagai seorang Kristen penulis sangat mendukung penuh gagasan ini, terlepas dari masalah akhlak yang namanya keuangan memang memerlukan sebuah laporan neraca yang bisa dipertanggung jawabkan setiap minggu, bulan bahkan setiap tahun.
Di indonesia sendiri belakangan muncul berbagai macam gereja baru dengan berpondasikan Kristen, memang tidak salah akan tetapi apakah itu salah satu dampak ketidak percayaan umat kristen dengan gereja yang sudah ada?
Di zaman 90an ketika ditanya di sekolah tentang cita - cita, satupun dari murid tidak ada yang menjawab ketika besar nanti ingin menjadi seorang pendeta, berbeda sekali dengan sekarang para muda mudi berlomba lomba ingin menjadi pendeta, dan memang jika dilihat di zaman sekarang kehidupan pendeta itu bisa dibilang cukup makmur, dikasih rumas dinas, anggaran perbulan bahkan untuk transport berkotbah ke tempat lain pun di fasilitasi.
sungguh sangat tidak sopan memang apabila beberapa dari kita untuk meragukan gereja karena sama saja kita menghina Tuhan kita, akan tetapi akan lebih tidak sopan apabila kita mendiamkannya sementara didalam hati kita pribadi lepas pribadi muncul keraguan dan rasa ingin tahu yang sangat besar.
ada salah satu gereja terbesar dan tertua di indonesia, dan penulis merupakan salah satu jemaat dari gereja ini. banyak kejanggalan - kejanggalan yang terjadi di gereja ini yang pertama contohnya para sintuanya yang kurang ramah dan kurang senyum seakan ada batas antara jemaat dan sintua padahalkan mereka itu dipilih untuk melayani jemaat yang ada di wilayah tempat tinggalnya, yang kedua pendetanya kurang berbaur dengan para jemaat padahalkan salah satu misi pendeta adalah memberikan contoh yang bagus pada para jemaat dalam hal bersosialisasi dan berperilaku di kesehariannya, bukan malah mengkotak kotakkan jemaat, yang ketiga para jemaatnya dimana setiap kebaktian di hari minggu sungguh sangat tidak lengkap apabila tidak memakai perhiasan dan kendaraan yang bagus untuk beribadah sehingga sperti melihat pameran perhiasan, tas dan baju yang bagus dan mahal di tempat itu. sungguh sangat ironis memang. dan kalau kita lihat banyak para pejabat gereja yang memiliki harta yang cukup bergelimang bukankah agama kristen mengajarkan untuk hidup sederhana? kenapa kita mengharapkan orang lain untuk memberi persepuluhan sementara kita sendiri memiliki harta yang berlebih akan tetapi kita tidak pernah memberi?
Semoga dengan gagasan melakukan audit di gereja ini memberi sedikit tamparan buat kita yang beragama kristen karena moral dan akhlak kita sedang diragukan..
mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada opini - opini yang keras bukan bermaksud menyudutkan akan tetapi sebagai bahan pertimbangan untuk kemajuan gereja yang kita sayangi, hormati dan kasihi bersama.
GOD BLESS US
Tidak ada komentar:
Posting Komentar